Teknik ambil-ambil data..Uuh!!

 Setelah menetapkan metode yang akan digunakan, maka langkah selanjutnya adalah penentuan teknik untuk membantu mendapatkan pemahaman mengenai permasalahan yang diteliti. Salah satu masalah utama dalam kegiatan penelitian sosial adalah masalah tentang cara memperoleh data dan informasi yang akurat dan objektif. Kesimpulan penelitian hanya akan dapat dipercaya apabila didasarkan pada informasi yang juga dapat dipercaya (Azwar dalam Hudawi, 2007; 25). Berkaitan dengan pengumpulan data, Mc Fracken (dalam Hudawi, 2007; 22) menjelaskan, dalam tradisi penelitian kualitatif peneliti menggunakan diri mereka sebagai instrumen penelitian, mengikuti asumsi-asumsi kultural sekaligus mengikuti data. Sehingga dalam upaya mencapai wawasan imaginatif ke dalam dunia sosial informan peneliti diharapkan bersikap fleksibel dan reflektif tetapi tetap mengambil jarak – hal ini dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan perilaku informan yang dibuat-buat,  dapar berperilaku secara alami (Branner dalam Hudawi, 2007).

Dalam melakukan penelitian kualitatif, maka sumber data yang akan didapatkan adalah berupa kata-kata dan tindakan sebagai sumber data utama (Lofland dan Lofland dalam Moleong, 2007; 157), sumber tertulis, foto dan data statistik. Teknik yang akan digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan data adalah sebagai berikut :

  1. 1.      Pengamatan atau Observasi

Pengamatan atau kegiatan observasi sangat penting terutama dalam penelitian kualitatif karena dengan kegiatan pengamatan maka peneliti dapat melihat secara langsung realitas yang dihadapi dalam ruang lingkup penelitiannya. Ada beberapa keuntungan mengapa pengamatan menjadi begitu penting;

  1. Peneliti dapat melihat secara langsung mengenai perilaku obyek yang diteliti,
  2. Peneliti dapat memperoleh pemahaman secara langsung dan kemudian mengidentifikasikan secara cepat,
  3. Peneliti juga dapat menyaksikan semua peristiwa yang terjadi di lapangan, baik peristiwa yang tadinya terduga ataupun sangat mungkin tidak terduga sebelumnya oleh peneliti,
  4. Peneliti juga kemudian dapat melakukan pencatatan sebagai sumber bukti yang dapat dipertanggungjawabkan,
  5. Selain itu, pengamatan juga dapat menghilangkan keraguan dalam diri peneliti mengenai penyimpangan data – misal dari data yang telah didapatkan sebelumnya, sehingga meminimalisir terjadinya kesalahan dalam penelitian.

Berdasarkan filsafat pemikiran dan metode yang digunakan, maka keterlibatan peneliti dimulai dengan ‘diam dan mengamati’. Dalam kerangka pemikiran fenomenologi, peneliti tidak berasumsi bahwa peneliti mengetahui arti sesuatu bagi obyek yang sedang diteliti. Maka dari itu, proses inkuiri (penemuan) dimulai dengan diam. Diam merupakan tindakan utama untuk memahami dan mengangkap pengertian sesuatu yang diteliti. Dalam melakukan metode etnografi, maka pengamatan terlibat merupakan metode utama yang digunakan untuk pengumpulan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk memberikan jawaban dari rumusan permasalahan yang telah ditetapkan. Dengan melakukan kegiatan pengamatan, maka sumber data utama dalam penelitian kualitatif, yaitu kata-kata dan tindakan akan dapat diperoleh untuk memberikan informasi bagi peneliti.

 

  1. 2.      Wawancara Mendalam

Selain melakukan kegiatan pengamatan, kegiatan wawancara juga adalah kegiatan yang mempunyai porsi dan andil besar untuk menemukan jawaban atas rumusan masalah penelitian. Kegaiatan wawancara adalah kegiatan yang dilalukan peneliti dengan langkah mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada obyek yang diteliti secara bertatapan muka (face to face method). Kegiatan wawancara adalah salah satu kegiatan yang memiliki beberapa fungsi dalam penelitian kualitatif, seperti :

  1. Sebagai teknik untuk mendapatkan data dan memperoleh informasi mengenai objek yang diteliti,
  2. Sebagai salah satu media selain pengamatan untuk mengetahui perasaan sebenarnya dari objek,
  3. Sebagai media melakukan crosscheck terhadap hasil yang didapat dari pengamatan obyek di lapangan dengan pernyataan secara langsung dari obyek yang diamati.

Posisi obyek di dalam penelitian ini adalah sebagai informan juga sekaligus sebagai guru bagi peneliti. Ini didasarkan pada asumsi bahwa informan sebagai orang ‘dalam’ merupakan orang yang jauh lebih mengetahui seluk-beluk masalah daripada peneliti sebagai orang ‘luar’. Wawancara dalam metode penelitian etnografi bisa terjadi secara terstruktur, dalam artian peneliti mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada informan dengan menggunakan pedoman wawancara sebagai penuntun yang telah dipersiapkan sebelumnya oleh peneliti. Kemudian wawancara juga dapat dilakukan dengan tidak berpedoman pada panduan wawancara atau pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tidak terdapat di dalam ‘naskah’ sebelumnya, sebagai akibat dari berbagai peristiwa yang terjadi di lapangan dan sangat mungkin untuk tidak diperkirakan sebelumnya oleh peneliti. Wawancara seperti ini akan berlangsung mengalir seperti percakapan sehari-hari yang membahas mengenai suatu peristiwa yang dianggap ‘unik’ oleh peneliti.

Beberapa informan yang akan terlibat dalam kegiatan penelitian nantinya akan dipilih secara selektif dan bertujuan (purposive). Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan pengetahuan dan informasi yang dimiliki secara lebih mendalam oleh beberapa informan dibandingkan yang lain, sehingga benar-benar mampu merefleksikan sesuatu yang ‘tidak tampak’. Selain itu juga jawaban yang diberikan akan menyumbang besar sebagai informasi berharga dan memberikan pengetahuan serta pemahaman lebih kepada peneliti, serta dapat menjadi jawaban yang memuaskan bagi pertanyaan peneliti.

 

  1. 3.      Dokumentasi dan Artikel

Selain menggunakan teknik pengamatan dan wawancara untuk menggali informasi penelitian, peneliti juga akan memanfaatkan media dokumentasi sebagai alat pengumpul data. Instrumen yang digunakan dapat berupa media recorder, kamera foto, ataupun penggunaan catatan lapangan bagi peneliti.

Media artikel digunakan untuk memperoleh kerangka berpikir awal bagi peneliti mengenai obyek yang akan diteliti serta untuk memberikan bantuan pemahaman, menambah pengetahuan dan informasi bagi peneliti dalam penyusunan laporan dan dalam melakukan penelitian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s