Pelaksanaan KTSP – bagian 2

Pelaksanaan KTSP diperkuat oleh Peraturan Mendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Peraturan Mendiknas Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL), yang menyatakan bahwa sekolah diwajibkan menyusun kurikulumnya sendiri. Hal ini memperkuat prinsip fleksibilitas KTSP, dimana setiap sekolah diberikan keleluasaan untuk mengembangkan kurikulumnya sendiri dengan tetap memperhatikan standar minimum isi yang telah ditetapkan. Dengan demikian, terbuka kesempatan bagi sekolah-sekolah – terlebih sekolah swasta -untuk melakukan variasi pembelajaran dan mengubah kurikulum sekolah masing-masing asalkan tetap mengacu kepada pedoman Depdiknas dan standar kompetensi yang telah ditentukan. Dengan melihat prinsip-prinip pengembangan dan acuan operasional penyusunan KTSP, dapat dilihat bahwa pemerintah berupaya untuk menyelesaikan permasalahan yang muncul dalam dunia kurikulum dan pendidikan selama ini. Lewat KTSP, pemerintah mulai mengajak satuan pendidikan untuk ikut ambil andil dalam pembangunan di bidang pendidikan, dengan jalan memberikan kewenangan lebih dalam merumuskan kurikulum yang dianggap paling sesuai dengan kebutuhan sekolah dan lingkungan masyarakat tempat sekolah tersebut berada. Dalam penyusunannya, sekolah diberikan akses untuk berkonsultasi dan bekerja sama secara vertikal dan horizontal. Secara vertikal, sekolah dapat bekerja sama dengan Dinas Pendidikan di tingkat daerah, kabupaten atau kota serta Dinas Pendidikan Provinsi. Sedangkan secara horizontal, sekolah dapat merumuskan bersama komite sekolah, dewan pendidikan, dunia industri, kerajinan, pariwisata dan stakeholder lain yang dapat dianggap sebagai mitra.

Format jam pelajaran dalam KTSP juga direkomendasikan oleh BNSP untuk mengalami pengurangan sebagai reaksi dari kritikan para kritisi pendidikan (di antaranya ada Dr. Seto Mulyadi (Ketua Komnas Perlindungan Anak), Ir. Oka Suryawardani, M.Mgt (Direktur Denpasar Children Center), dan Dr. Neni Sintawardani (Kepala Biro Kerjasama dan IPTEK LIPI)) yang mengatakan jam pelajaran di Negara Indonesia yang terlalu padat, mencapai 1.000-1.200 jam pelajaran dalam setahun (http://re-searchengines.com). Apabila biasanya satu jam pelajaran untuk siswa SD, dan SMP berjumlah 45 menit, maka direkomendasikan ada pengurangan jam menjadi 35 menit untuk SD dan 40 menit untuk SMP, sedangkan untuk SMA tetap 45 menit. Pengurangan jam pelajaran ini kemudian memungkinkan sekolah untuk memasukkan pelajaran lain, maksimal 4 jam per minggunya. Sekolah bisa memanfaatkan waktu ini untuk memberikan materi muatan lokal ataupun materi lain yang berhubungan dengan pengembangan siswa dan lingkungan.

Konsep KTSP yang dikembangkan oleh satuan pendidikan dan memungkinkan adanya keragaman harus tetap mengacu standar nasional pendidikan yang terdiri atas, standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama yang telah ditetapkan bagi satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum. Menurut Kepmendiknas nomor 22 tahun 2006, Standar Isi (SI) mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Termasuk dalam SI adalah: kerangka dasar dan struktur kurikulum, standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) setiap mata pelajaran pada setiap semester dari setiap jenis dan jenjang pendidikan dasar dan menengah. Pada dasarnya SI dan SKL merupakan komponen yang telah ditetapkan standarnya oleh pemerintah, tetapi boleh dikembangkan dan diperdalam oleh satuan pendidikan ataupun oleh guru, tidak diperbolehkan untuk dikurangi. Lebih lanjut, penerapan SI meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut ;

  1. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia 
  2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
  3. Kelompok mata pelajaran  ilmu pengetahuan dan teknologi
  4. Kelompok mata pelajaran estetika
  5. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan

Sedangkan SKL meliputi ;

  1. Menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak
  2. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri
  3. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya
  4. Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya
  5. Menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis, kritis, dan kreatif
  6. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif dengan bimbingan guru/pendidik
  7. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya
  8. Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari
  9. Menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar
  10. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan
  11. Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, negara, dan tanah air Indonesia
  12. Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal
  13. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang
  14. Berkomunikasi secara jelas dan santun
  15. Bekerja sama dalam kelompok, tolong-menolong, dan menjaga diri sendiri dalam lingkungan keluarga dan teman sebaya
  16. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis
  17. Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan berhitung

Sedangkan dalam lingkup mata pelajaran, yang terbagi menjadi lima kelompok, maka standar kompetensi pada tingkat SD yang ditetapkan dalam pedoman penyusunan KTSP adalah sebagai berikut ;

Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia

  1. Menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak
  2. Menunjukkan sikap jujur dan adil
  3. Mengenal keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya
  4. Berkomunikasi secara santun yang mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan
  5. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang sesuai dengan tuntunan agamanya
  6. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap sesama manusia dan lingkungan sebagai makhluk ciptaan Tuhan

Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian

  1. Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, negara, dan tanah air Indonesia
  2. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya
  3. Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya
  4. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan
  5. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri
  6. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya
  7. Berkomunikasi secara santun
  8. Menunjukkan kegemaran membaca

10.  Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang

11.  Bekerja sama dalam kelompok, tolong-menolong, dan menjaga diri sendiri dalam lingkungan keluarga dan teman sebaya

12.  Menunjukkan kemampuan mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya lokal

Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi

  1. Mengenal dan menggunakan berbagai informasi tentang lingkungan sekitar secara logis, kritis, dan kreatif
  2. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif dengan bimbingan guru/pendidik
  3. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi
  4. Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari
  5. Menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar
  6. Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan  berhitung
  7. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang

Kelompok mata pelajaran estetika

Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal

Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan

  1. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman dan memanfaatkan waktu luang
  2. Mengenal berbagai informasi tentang potensi sumber daya lokal untuk menunjang hidup bersih, sehat, bugar, aman dan memanfaatkan waktu luang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s