Education Fund

Pada saat ini, telah muncul banyak sekolah, mulai dari sekolah yang memiliki standar internasional, standar nasional, biasa-biasa saja, sampai sekolah yang -maaf- cukup kurang (kalau tidak mau dikatakan memprihatinkan). Ada satu unsur yang masih menjadi polemik di antara negara sebagai provider pendidikan yang memiliki tugas utama mencerdaskan kehidupan warga negaranya dengan masyarakat yang merupakan subjek dan objek pendidikan.

Disebut sebagai subjek karena masyarakat yang merupakan kumpulan dari individu-individu merupakan pelaku aktif maupun pasif dari implementasi berjalannya implementasi pendidikan, yang mana mereka berusaha untuk membangun dirinya sendiri untuk mencapai keseimbangan konstruksi kognitif, psikomotorik dan afeksi.

Disebut sebagai objek karena masyarakat merupakan sasaran dari pembangunan sumber daya manusia yang nantinya menjadi salah satu modal utama dalam pembangunan negeri dengan negara sebagai fasilitatornya.

Polemik muncul ketika pendidikan sebagai salah satu unsur penting bagi setiap warga negara tidak mampu difasilitasi oleh negara, terutama di dalam bidang pendanaan pendidikan. Alokasi  dana untuk pendidikan di APBN/APBD sebesar 20 % patut kita berikan acungan jempol, karena negara sudah memiliki perhatian yang cukup baik dalam bidang penyelenggaraan pendidikan. Saat ini kita sudah mengenal adanya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diperuntukkan bagi siswa-siswa tidak mampu. Sayangnya masih ada sekolah yang tidak menginformasikan penerimaan dan penggunaan dana BOS yang diterima dari pemerintah secara transparan serta mengalokasikannya sesuai dengan ‘jalur’ .

Oke, kembali ke alokasi dana tadi…

Suatu kesalahan apabila kita menuntut alokasi dana untuk sektor pendidikan di Indonesia seperti halnya yang diterapkan oleh negara lain. Negara Singapura sendiri telah mengalokasikan 30% sampai 40 % (maaf, saya sedikit lupa pastinya) dari APBNnya untuk sektor pendidikan. Di Negara Kuba sendiri, biaya pendidikan untuk jenjang S1, S2 dan S3 sudah bebas biaya. Presiden Venezuela, Hugo Chavez telah sepakat untuk ‘memotong’  dana pembayaran gaji untuk dirinya sendiri dan para menterinya untuk dialokasikan ke sektor pendidikan. Di luar negeri, sudah ada keterlibatan sektor swasta dalam pembangunan pendidikan sebagai bagian dari Coorporate Social Responsibility (terlepas dari perusahaan tersebut mengganggap CSR sebagai beban, tanggung jawab moral ataupun keterpaksaan).

Menimbang dari referensi tadi… Sebaga Bahan renungan,,, Negara Kita?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s