Pengertian Pendidikan dan Belajar

Pendidikan adalah suatu kata yang sangat sering kita dengar dari masa kita mengalami masa kecil sampai saat kita hidup pada usia berapapun. Pendidikan menjadi suatu kata yang paling mudah kita gunakan ketika dikaitkan dengan suatu bangunan yang bernama ‘sekolah’. Dari sini mulai muncul suatu konsepsi sempit mengenai arti pendidikan. Pendidikan dikaitkan dengan ‘lembaga’, bukan ‘institusi’. Saat kita berbicara mengenai pendidikan sebagai suatu ‘lembaga’ (baca ; sekolah), maka pendidikan akan mengalami keterbatasan karena dianalogikan dengan bangunan permanen/non-permanen yang digunakan sebagai tempat untuk memperoleh pengetahuan. Tetapi apabila paradigma pendidikan dapat kita lihat secara universal sebagai suatu ‘institusi’, maka pendidikan akan dapat berjalan sepanjang kita hidup (anda pasti pernah mendengar konsep long life education ‘kan?). Sebelum dilanjutkan, pemahaman ‘institusi’ harus dapat dilihat dan diartikan sebagai nilai-nilai dan norma yang hidup dan berkembang di masyarakat, atau dapat ditranslasikan sebagai suatu keyakinan yang hidup dan berkembang dalam masyarakat dan dianut oleh banyak orang mengenai apa yang benar, pantas, luhur dan baik untuk dilakukan[1]. Sedangkan ‘sekolah’ merupakan manifesto dari ‘insitusi’ pendidikan yang umum disebut sebagai ‘institut’. Jadi, kesimpulan dari premis-premis tadi, dapat kita katakan bahwa pendidikan sebagai sebuah ‘insitusi’ yang bernilai luhur yang berusaha di’institusionalisasi’kan lewat sebuah ‘institut’ yang kita sebut sebagai sekolah.

 

Pengertian Pendidikan

            Dalam buku ‘Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan’[2], Hasbullah menerangkan bahwa dalam artian sederhana pendidikan sering diartikan sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan –bandingkan dengan pengertian tentang ‘institusi’ yang saya jelaskan di atas -. Kemudian, seiring dengan tahap-tahap perkembangan, pendidikan kemudian diartikan sebagai usaha yang dijalankan oleh seseorang atau kelompok orang lain agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat hidup atau penghidupan yang lebih tinggi dalam arti mental[3].

            Dalam realitasnya, pengertian pendidikan selalu mengalami perkembangan, meskipun secara esensial tidak mengalami perbedaan yang signifikan. Pengertian pendidikan menurut para ahli adalah sebagai berikut :

1.      Langeveld ;

“Pendidikan ialai setiap usaha, pengaruh, perlindungan dan bantuan yang diberikan kepada anak yang tertuju kepada pendewasaan anak itu, atau lebih tepat dikatakan membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri “

Sedangkan yang dimaksud dengan pengaruh disini datangnya dari orang dewasa (atau yang diciptakan oleh orang dewasa seperti sekolah, buku, putaran hidup sehari-hari, dan sebagainya) dan ditujukan kepada orang yang belum dewasa.[4]

2.      John Dewey :

“Pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional ke arah alam dan sesama manusia.”

3.      J.J. Rousseau ;

“Pendidikan adalah memberi kita perbekalan yang tidak ada pada masa kanak-kanak, akan tetapi kita membutuhkannya pada waktu dewasa.”

4.      Driyarkara ;

“Pendidikan adalah pemanusiaan manusia muda atau pengangkatan manusia muda ke taraf insani”.[5]

5.      Carter V Good [6];

·        “Pedagogy is the art, practice, or profession of teaching”

·        “The systematic learning or instruction concerning principles and methods of teaching and of student control and guidance; largely replaced by the term education”

Pendidikan adalah :

·        “Seni, latihan (praktek) )atau profesi (pekerjaan) dari mengajar”

·        “Suatu pembelajaran yang sistematis atau petunjuk (instruksi) yang berisi prinsip-prinsip dan metode-metode pengajaran serta menuntun dan mengarahkan siswa ; dalam arti luas digantikan dengan istilah pendidikan.

6.      Ahmad D. Marimba [7];

“Pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.”

Unsur – unsur yang terdapat dalam pendidikan dalam hal ini adalah :

·        Usaha (kegiatan), usaha itu bersifat bimbingan (pimpinan atau pertolongan) dan dilakukan secara sadar.

·        Ada pendidik, atau pembimbing atau penolong.

·        Ada yang dididik atau si terdidik.

·        Bimbingan itu mempunyai dasar dan tujuan.

·        Dalam usaha itu tentu ada alat-alat yang dipergunakan.

7.      Ki Hajar Dewantara [8];

“Pendidikan yaitu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.”

8.      Menurut UU Nomor 2 Tahun 1989 pasal 1 ayat 1;

“Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.”

 

Dari berbagai pengertian yang dikemukakan oleh para ahli di atas, kita dapat menarik suatu benang merah, persamaan esensial yang ada dari pendapat-pendapat itu, bahwa pendidikan adalah suatu usaha atau proses yang dilakukan baik secara sadar maupun tidak sadar,yang didalamnya memiliki unsur-unsur penunjang seperti pendidik, yang dididik, tujuan, metode dan fasilitas-fasilitas, sehingga semuanya akan bermuara kepada suatu nilai yang dianggap mempunyai kebaikan dalam melakukan hidup bermasyarakat.

Pendidikan sendiri berasal dari kata ‘didik’ v, mendidik, yang dapat diartikan ‘memelihara dan memberi latihan (ajaran, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran’. Dengan demikian pendidikan dapat diartikan sebagai proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang / kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan; proses, perbuatan, cara mendidik (KBBI, 1988). Dalam bahasa Latin, kata ‘pendidikan’ diartikan menjadi ‘educare’ yang berasal dari sebuah kata ‘e-ducare’ yang berarti ‘menggiring ke luar’. Jadi educare dapat diartikan sebagai usaha pemuliaan, ‘pemuliaan manusia’ atau ‘pembentukan manusia’ [9].

 

Pengertian Belajar

            Setelah berbicara mengenai pendidikan, maka merunut secara induktif, maka kita akan sampai kepada tahap implementasi ‘institusi’ pendidikan, yaitu melalui cara belajar. Pendidikan dan belajar adalah suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya. Dalam buku ‘Membangun Kompetensi Belajar’[10], Suparno mengatakan bahwa dalam pengertian yang umum, belajar merupakan suatu aktivitas yang menimbulkan perubahan yang relative permanen sebagai akibat dari upaya-upaya yang dilakukannya – korelasikan dengan pengertian pendidikan -. Perubahan-perubahan tersebut tidak disebabkan oleh faktor kelelahan (fatique), kematangan, ataupun karena mengkonsumsi obat tertentu. Beliau juga mengatakan bahwa belajar juga dihasilkan melalui kegiatan-kegiatan meniru hal-hal yang diamati dari lingkungan karena meniru adalah pekerjaan yang sangat efektif di dalam proses belajar.

            Tidak jauh berbeda, Nana Sudjana[11] mengatakan bahwa dihubungkan dengan psikologi, ahli psikologi menerima pendapat bahwa belajar adalah suatu perubahan yang relatif permanen dalam suatu kecenderungan tingkah laku sebagai hasil dari praktek atau latihan. Belajar berbeda dengan pertumbuhan kedewasaan, dimana perubahan yang terjadi dalam individu berasal dari bawaaan genetiknya. Perubahan tingkah laku individu  sebagai hasil belajar ditunjukkan dalam berbagai aspek seperti perubahan pengetahuan, pemahaman, persepsi, motivasi atau gabungan dari aspek-aspek tersebut. Belajar adalah proses yang aktif, suatu fungsi dari keseluruhan lingkungan disekitarnya. Apabila kita berbicara mengenai belajar, berarti membicarakan bagaimana tingkah laku itu berubah melalui pengalaman dan latihan.

            Dari pengertian diatas, kita mampu menarik suatu asumsi bahwa, belajar adalah suatu kegiatan yang mampu menimbulkan perubahan secara permanen dan sebagai suatu proses dimana seseorang memperoleh pengetahuan sebagai akibat dari usaha-usaha indiviualnya. Apabila ingin dilihat dari paradigma ‘naturalistik’, maka kita akan setuju dengan pendapat Nana Sudjana bahwa perubahan yang disadari dan timbul akibat praktek, pengalaman dan latihan, bukan secara kebetulan.

             Insya Allaah bersambung dengan tema Belajar – mengajar dan faktor-faktornya …..

 

[1] Hadi, Kusmono, dkk. 2002. Sosiologi; Suatu Pendekatan Baru. Jakarta: Piranti Dharma.

[2] Hasbullah. 1999. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

[3] Sudirman N,dkk. 1992. Ilmu Pendidikan.. Remaja Rosda Karya. Bandung.  

[4] Langeveld (terj.), 1971. Paedagogiek Teoritis / Sistematis. Jakarta : FIP-IKIP

[5] Driyarkara. 1950. Driyarkara Tentang Pendidikan. Yayasan Kanisius, Yogyakarta.

[6] Carter V. Good. 1959. Dictionary of Education. Mc. Graw Hill Book Company, Inc. New York.

[7] Marimba D, Ahmad. 1987. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. Pt. Al Ma’arif. Bandung.

[8] Suwarno. 1985. Pengantar Umum Pendidikan. Aksara Baru. Jakarta.

[9] Drost, J, 1999, Proses Pembelajaran Sebagai Proses Pendidikan, Jakarta, Grasindo.

[10] Suparno, A. Suhaenah. 2000. Membangun Kompetensi Belajar. Dirjen Dikti – Depdiknas. Jakarta

[11] Sudjana, Nana. Teori-Teori Belajar Untuk Pengajaran. Jakarta. Lembaga Penerbit FE-UI.


3 comments on “Pengertian Pendidikan dan Belajar

  1. Artikelnya bagus.

    ada tulisan saya yang terkait dengan artikel ini di:

    http://fatamorghana.wordpress.com/2009/10/07/pengertian-pendidikan/

  2. Alhamdulillah…
    Akhirx sy bisa dpt materi pndidikan yg sgt menarik n lngkap dgn sumber kutipanx.

    Makasih.
    Terus brkarya n sukses sllu :)

  3. terima kasih atas bantuannya. saya telah mendapat informasi dari blog anda dan saya dapat mengerjakan tugas saya. terima kasih, sukses untuk anda

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s